Dua Peserta Gugur, 54 Orang Ikuti CAT Seleksi Komisi Informasi Jawa Tengah 2027-2031

SOROTJATENG.ID, SEMARANG – Dua peserta seleksi calon anggota Komisi Informasi (KI) Jawa Tengah periode 2027-2031 harus gugur setelah tidak mengikuti tahapan Computer Assisted Test (CAT) yang digelar pada Senin (21/9/2026).
Dari total 56 peserta yang dinyatakan lolos seleksi administrasi, hanya 54 peserta yang hadir dan mengikuti ujian CAT di Laboratorium Komputer Universitas Dian Nuswantoro (Udinus).
Ketua Tim Seleksi Calon Anggota KI Jawa Tengah, Dhoni Widianto, mengatakan dua peserta yang tidak hadir dalam ujian otomatis dinyatakan gugur dari proses seleksi.
“Hal ini tidak memengaruhi jalannya ujian. Sesuai jadwal, Computer Assisted Test (CAT) berlangsung dari pukul 09.00–11.00 WIB. Dua peserta yang tidak hadir dinyatakan langsung gugur,” kata Dhoni saat dikonfirmasi, Selasa (22/9/2026).
CAT Seleksi KI Jawa Tengah Berjalan Lancar
Sebanyak 54 peserta yang hadir mengerjakan soal pilihan ganda dan esai sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan untuk menjadi calon anggota Komisi Informasi Jawa Tengah.
Pelaksanaan CAT berlangsung di Laboratorium Komputer Gedung D Fakultas Kesehatan Udinus. Menurut Dhoni, seluruh proses ujian berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Bahkan, sejumlah peserta berhasil menyelesaikan soal sebelum waktu ujian berakhir.
Tahapan CAT menjadi salah satu bagian penting dalam proses seleksi calon anggota KI Jawa Tengah periode 2027-2031. Setelah pelaksanaan ujian, hasil tes potensi akan menjadi dasar untuk menentukan peserta yang berhak melanjutkan ke tahapan berikutnya.
Dhoni mengatakan hasil tes potensi ditargetkan diumumkan pada akhir September atau paling lambat awal Oktober 2026.
“Pengumuman hasil tes potensi rencananya akan diumumkan pada akhir September atau paling lambat awal Oktober 2026, setelah menerima hasil dari Udinus. Selanjutnya, pengumuman hasil bisa diakses melalui laman jatengprov.go.id,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan CAT, Tim Seleksi Calon Anggota KI Jawa Tengah menggandeng Udinus. Kerja sama tersebut dilakukan untuk mendukung pelaksanaan ujian berbasis komputer secara terukur.
Dhoni memastikan seluruh rangkaian seleksi akan dilaksanakan secara objektif dan profesional.
“Kami meyakini dengan adanya kerja sama ini dapat menghasilkan calon-calon komisioner Komisi Informasi yang betul-betul berintegritas, dan hasilnya bisa objektif,” katanya.
Peserta Optimistis Ikuti Seleksi
Salah satu peserta asal Boyolali, Pardiman, mengaku optimistis mengikuti tahapan CAT. Ia mengaku telah mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi tersebut sejak sekitar empat tahun lalu.
Pardiman juga memiliki latar belakang akademik di bidang ilmu politik dan tengah menempuh studi doktoral.
“Layanannya (sistem ujian) cukup bagus. Kalau saya cukup optimistis. Kalau melihat keterbukaan informasi publik, menurut saya yang perlu ditingkatkan adalah di pemerintah desa,” ujar Pardiman.
Menurutnya, keterbukaan informasi publik di tingkat pemerintahan desa masih menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian.
Sementara itu, peserta seleksi calon anggota KI Jawa Tengah memiliki latar belakang yang beragam. Di antara mereka terdapat akademisi atau dosen, advokat, hingga pewarta.
Keragaman latar belakang tersebut menjadi bagian dari proses penjaringan calon anggota Komisi Informasi Jawa Tengah yang akan menjalankan tugas dalam bidang keterbukaan informasi publik untuk periode 2027-2031. (*)
