Bukan Sekadar Rajin Latihan Soal, Ini Strategi Hadapi Seleksi CPNS

Ilustrasi seleksi CPNS. Alumni UIN Walisongo membagikan strategi menghadapi seleksi CPNS, mulai dari memilih formasi, administrasi, SKD-SKB hingga try out. (Dok Sekretariat Kabinet RI)

SOROTJATENG.ID – Bayangan tentang seleksi CPNS sering kali identik dengan tumpukan soal, try out, dan belajar berjam-jam.

Namun, menjadi aparatur sipil negara (ASN) ternyata tidak cukup hanya dengan menguasai soal ujian.

Ada langkah lain yang tak kalah penting: memilih formasi dengan tepat, memastikan seluruh persyaratan administrasi terpenuhi, hingga mengenali kemampuan diri sebelum memasuki ruang ujian.

Pesan itu dibagikan M. Asiful Huda, alumni UIN Walisongo Semarang yang kini bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Kementerian Agama.

Dalam Career Talk & Sharing Session #2 yang digelar Walisongo Career Center (WCC), Sabtu (26/9/2026), Asiful membagikan pengalamannya saat menghadapi seleksi CPNS sekaligus memberikan sejumlah strategi bagi mahasiswa dan alumni yang ingin mengikuti seleksi ASN.

Kegiatan bertema “CPNS Unlocked: Strategi Lolos Seleksi dan Memulai Karier sebagai ASN” tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman dari mereka yang telah melewati proses seleksi.

Bagi Asiful, perjalanan menuju kursi ASN justru dimulai sebelum peserta mengerjakan satu pun soal ujian.

Memilih Formasi CPNS Bukan Sekadar Melihat Nama Jabatan

Salah satu hal yang perlu dilakukan calon peserta adalah memahami formasi yang akan dipilih.

Menurut Asiful, peserta tidak seharusnya terburu-buru memilih formasi hanya karena tertarik dengan posisi atau instansi tertentu. Latar belakang pendidikan harus menjadi salah satu pertimbangan utama.

Kualifikasi pendidikan yang tercantum dalam pengumuman seleksi perlu dibaca dengan teliti. Sebab, kesesuaian antara ijazah dan persyaratan formasi menjadi bagian penting dalam tahap administrasi.

“Jangan hanya melihat formasinya, tetapi perhatikan juga kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan. Pastikan sesuai dengan latar belakang kita,” ujar Asiful, dikutip dari walisongo.ac.id, Minggu (27/9/2026).

Bagi calon peserta, langkah sederhana ini bisa menjadi awal untuk menghindari kesalahan sebelum masuk ke tahapan seleksi berikutnya.

Jangan Sampai Gugur karena Administrasi

Setelah menemukan formasi yang sesuai, pekerjaan berikutnya adalah memastikan seluruh persyaratan administrasi terpenuhi.

Dokumen pendaftaran, ketentuan administrasi, hingga jadwal setiap tahapan seleksi harus diperiksa satu per satu.

Menurut Asiful, tahap ini kerap terlihat sederhana, tetapi justru tidak boleh disepelekan.

Kesalahan kecil dalam memenuhi ketentuan administrasi dapat memengaruhi kelanjutan peserta dalam proses seleksi.

Karena itu, calon peserta disarankan tidak terburu-buru mengirimkan pendaftaran sebelum memastikan seluruh dokumen dan persyaratan telah sesuai.

Mengenali Diri Sebelum Menaklukkan Soal

Setelah melewati tahap administrasi, tantangan berikutnya adalah menghadapi ujian, termasuk Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Di tahap ini, Asiful mengingatkan bahwa setiap peserta memiliki kemampuan yang berbeda.

Ada peserta yang lebih kuat pada satu jenis subtes, sementara peserta lainnya mungkin memiliki keunggulan di bagian berbeda. Karena itu, strategi belajar dan mengerjakan soal tidak harus dibuat seragam.

“Kenali kemampuan diri di setiap subtes. Strategi yang cocok untuk orang lain belum tentu cocok untuk kita,” katanya.

Mengenali kelemahan dan kekuatan diri dapat membantu peserta menyusun pola belajar yang lebih terarah.

Try Out Bukan Sekadar Mengejar Nilai

Salah satu cara untuk mengetahui kesiapan adalah mengikuti try out CPNS secara berkala.

Namun, try out sebaiknya tidak hanya digunakan untuk mengejar skor tinggi. Hasil latihan dapat menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui materi yang masih lemah sekaligus mengukur kemampuan mengatur waktu.

Dengan latihan yang konsisten, peserta dapat mengetahui bagian mana yang perlu mendapat perhatian lebih sebelum menghadapi ujian sebenarnya.

Jangan Mudah Percaya Informasi CPNS di Media Sosial

Di tengah derasnya informasi mengenai seleksi CPNS, peserta juga perlu berhati-hati.

Asiful mengingatkan agar calon peserta tidak langsung mempercayai informasi yang beredar melalui media sosial maupun grup percakapan.

Informasi mengenai jadwal, persyaratan, formasi, maupun tahapan seleksi sebaiknya diperiksa kembali melalui sumber resmi.

Langkah tersebut penting agar peserta tidak mempersiapkan diri berdasarkan informasi yang keliru.

Pengalaman Alumni Jadi Bekal bagi Calon ASN

Career Talk & Sharing Session #2 yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting tersebut diikuti sekitar 50 mahasiswa dan alumni UIN Walisongo.

Diskusi berlangsung interaktif. Peserta tidak hanya mendapatkan tips menghadapi ujian, tetapi juga bisa bertanya langsung mengenai pemilihan formasi, persiapan SKD dan SKB, hingga pengalaman mengikuti seleksi CPNS.

Bagi Walisongo Career Center, pengalaman alumni menjadi salah satu sumber pembelajaran yang dapat membantu mahasiswa dan lulusan mempersiapkan langkah memasuki dunia kerja.

Sementara bagi calon peserta seleksi CPNS, cerita dari mereka yang telah melewati proses tersebut memberikan gambaran bahwa perjuangan menjadi ASN membutuhkan persiapan jauh sebelum hari ujian tiba.

Pada akhirnya, Asiful mengingatkan bahwa tidak ada persiapan instan untuk menghadapi seleksi CPNS.

Belajar, mengevaluasi kemampuan, mengikuti perkembangan informasi resmi, dan menjaga konsistensi perlu dilakukan secara berkelanjutan.

“Persiapkan diri dengan baik, konsisten dalam prosesnya, dan jangan lupa berdoa,” pungkas Asiful. (*)