Biar Tidak Rusak. Ibu-ibu Jangan Simpan Minyak Goreng Dekat Kompor ya. Ini Alasanya!

SOROTJATENG.ID, SEMARANG – Menaruh botol minyak goreng tepat di sebelah kompor memang terasa sangat praktis. Kita tinggal raih dan tuang ke wajan saat ingin menumis atau menggoreng. Namun, waspadalah! Kebiasaan sepele yang sering dianggap lumrah ini ternyata bisa merusak kualitas minyak goreng Anda secara instan.
Perlu diketahui, panas, cahaya, dan oksigen adalah tiga “musuh bebuyutan” bagi minyak goreng. Ketiganya mampu memicu kerusakan parah bahkan sebelum minyak terlihat berubah warna secara fisik.
Dikutip dari Times of India, suhu panas dari kompor menjadi pemicu utama rusaknya kualitas minyak. Meski minyak goreng pada dasarnya dirancang untuk menahan suhu tinggi saat proses memasak, menyimpannya di dekat sumber panas secara terus-menerus akan mempercepat proses oksidasi.
Oksidasi sendiri merupakan proses kimia saat lemak dalam minyak bereaksi dengan oksigen. Reaksi inilah yang mengakibatkan minyak kehilangan nutrisi baiknya, serta mulai memunculkan aroma dan rasa tengik seiring berjalannya waktu.
Cahaya dan Oksigen: Duet Perusak Kualitas
Selain suhu panas kompor, penggunaan botol kaca bening atau kemasan transparan yang diletakkan di rak terbuka juga sangat berisiko. Paparan cahaya terang di dapur maupun sinar matahari langsung bisa memicu kerusakan parah pada lemak tak jenuh di dalam minyak goreng.
Itulah alasan utama mengapa beberapa jenis minyak premium, seperti minyak zaitun (olive oil), sering dikemas dalam botol kaca berwarna gelap untuk meminimalisir paparan cahaya.
Faktor risiko lain yang sering diabaikan adalah oksigen. Setiap kali tutup botol dibuka, oksigen segar akan masuk dan bereaksi dengan lemak. Semakin lama botol berisi separuh minyak dibiarkan dan sering dibuka-tutup, maka semakin cepat pula minyak goreng tersebut kehilangan kesegarannya.
Cara Jitu Mengenali Minyak Goreng yang Mulai Rusak
Lantas, bagaimana cara mengetahui minyak goreng di dapur Anda masih layak pakai atau tidak? Cara paling mudah adalah dengan mengandalkan indra penciuman. Minyak yang masih segar biasanya berbau netral. Sebaliknya, minyak yang sudah rusak akan tercium apek, tengik, berbau mirip jamur, atau bahkan menyerupai aroma cat yang tajam.
Ingat, jangan hanya mengandalkan perubahan fisik semata. Warna minyak yang tampak normal dan jernih bisa saja sudah mengalami oksidasi tingkat tinggi dan akan memberikan rasa pahit yang tidak enak saat digunakan untuk menggoreng makanan.
Solusinya sebenarnya sangat sederhana. Segera pindahkan botol minyak goreng Anda ke tempat yang bersuhu sejuk, gelap, dan kering, seperti di dalam lemari dapur atau pantry. Selain itu, pastikan selalu menutup botol dengan rapat setelah digunakan.
Bagi Anda yang jarang memasak, sangat disarankan untuk membeli minyak dalam kemasan kecil saja. Menggunakan kemasan kecil jauh lebih aman karena minyak akan lebih cepat habis, sehingga tidak terlalu lama terpapar oksigen yang merusak kualitasnya.
sorotjateng.id juga menyuguhkan berita 8 rekomendasi kompor listrik seperti Modena portable induction, Oxone, philips idunction cooker, maspion kompor listrik, advamce induction cooker, media kompor induksi, Denpoo dic, cypruz
Sorotjateng.id selain itu juga 8 merk minyak goreng di pasaran seperti minyak goreng Sun co, Minyak Tropical, Sania, Filma, Fortune, minyak goreng Bimoli, kunci mas, Sovia
