Agustina Wilujeng Ajak GP Ansor Kota Semarang Perkuat Ketahanan Pangan dan UMKM

SOROTJATENG.ID, SEMARANG – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mendorong Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Semarang memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kota Semarang dalam menjalankan program yang berdampak langsung bagi perekonomian masyarakat.
Ketahanan pangan dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi dua sektor yang didorong untuk dikembangkan bersama selama periode kepengurusan GP Ansor Kota Semarang 2026–2030.
Ajakan tersebut disampaikan Agustina saat menghadiri Pelantikan Pengurus Cabang GP Ansor Kota Semarang Periode 2026–2030 di Rumah Dinas Wali Kota Semarang, kemarin.
Dalam kegiatan tersebut, Agustina didampingi Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin.
Ia juga meluncurkan Mobil Siaga Ambulance Ansor Kota Semarang dan menyerahkan 14 unit Gerobak Usaha Kader Wirausaha (Ansorpreneurship) kepada para kader.
Agustina mengatakan keberadaan organisasi kemasyarakatan di Kota Semarang dapat memberikan manfaat lebih luas apabila program yang dijalankan dikolaborasikan dengan agenda pembangunan pemerintah daerah.
Menurut dia, program seperti bantuan gerobak UMKM dan kegiatan ketahanan pangan yang telah dijalankan GP Ansor memiliki peluang untuk diperkuat melalui sinergi dengan program Pemkot Semarang.
“Keberadaan berbagai organisasi yang ada di Kota Semarang kita harapkan dapat dikolaborasikan dengan program pemerintah daerah untuk bersama-sama memajukan warga Kota Semarang,” kata Agustina, dikutip dari keterangannya, Selasa (29/9/2026).
Agustina juga menyatakan kesiapan Pemkot Semarang untuk bekerja sama dengan GP Ansor selama masa kepengurusan 2026–2030, khususnya dalam mengembangkan berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Dari Panen Jagung hingga 40.000 Benih Ikan
Ketua GP Ansor Kota Semarang periode 2026–2030, Arif Rahman, mengatakan organisasi yang dipimpinnya telah menjalankan sejumlah program ketahanan pangan di sejumlah wilayah.
Salah satunya melalui panen raya jagung di Kecamatan Mijen. GP Ansor juga melakukan penebaran sekitar 40.000 benih ikan nila di kolam Sumurejo, Kecamatan Gunungpati.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya GP Ansor untuk mendorong keterlibatan kader dan masyarakat dalam sektor pangan.
Namun, Arif menilai kegiatan ketahanan pangan tidak cukup berhenti pada proses produksi.
Sesuai arahan Wali Kota Semarang, pihaknya akan mendorong pengembangan hingga tahap pengolahan hasil dan pemasaran.
“Sesuai harapan Bu Wali, kegiatan ketahanan pangan tidak cukup berhenti pada penanaman dan panen. GP Ansor akan membuat inovasi dari produksi hingga pemasaran supaya perputaran ekonomi warga berjalan lebih baik,” ujar Arif.
Menurut Arif, pengembangan sektor pengolahan hasil dan inovasi pascapanen dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Produk yang dihasilkan dari program ketahanan pangan juga diharapkan memiliki nilai tambah sebelum dipasarkan.
Gerobak Usaha untuk Kader Wirausaha
Selain program ketahanan pangan, penguatan UMKM menjadi bagian lain dari kolaborasi yang didorong Pemkot Semarang dan GP Ansor.
Penyerahan 14 Gerobak Usaha Kader Wirausaha atau Ansorpreneurship menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap kader yang ingin mengembangkan usaha.
Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana bagi kader untuk memulai atau memperkuat kegiatan usaha sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Dengan kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah daerah, program ketahanan pangan serta pengembangan UMKM diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri.
Kegiatan tersebut dapat dikembangkan dari produksi, pengolahan, hingga pemasaran agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Kota Semarang. (*)
