Kopdes Merah Putih Pandeyan Boyolali Diserbu Warga, Minyakita dan LPG Dijual Lebih Murah

SOROTJATENG.ID, BOYOLALI – Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Desa Pandeyan, Kabupaten Boyolali, mulai menjadi pilihan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Harga sejumlah kebutuhan pokok yang ditawarkan lebih murah dibandingkan harga di toko lain membuat koperasi tersebut ramai didatangi masyarakat.
Antusiasme warga terlihat saat Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) RI Yandri Susanto mengunjungi Kopdes Merah Putih Desa Pandeyan, Kamis (15/10/2026).
Manajer Kopdes Merah Putih Desa Pandeyan, Dea Hagania Laia, mengatakan koperasi tersebut mulai beroperasi pada 14 September 2026.
Dalam waktu sekitar satu bulan, Kopdes telah melayani berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari sembako, beras, minyak goreng, gula, hingga gas LPG dan pupuk bersubsidi.
Menurut Dea, harga yang lebih terjangkau menjadi salah satu alasan warga memilih berbelanja di koperasi.
“Berdasarkan pengalaman dan berdialog dengan warga yang sudah membeli di sini, harganya cukup terjangkau, bahkan lebih murah daripada di luar,” kata Dea.
Harga Minyakita dan LPG Lebih Murah
Salah satu produk yang banyak dicari warga adalah minyak goreng Minyakita. Di Kopdes Merah Putih Desa Pandeyan, Minyakita dijual dengan harga Rp15.700 per liter.
Harga tersebut lebih rendah dibandingkan harga di luar koperasi yang menurut Dea dapat mencapai sekitar Rp18.000 hingga Rp20.000 per liter.
Perbedaan harga juga terlihat pada gas LPG. Jika di tempat lain harga LPG dapat mencapai sekitar Rp20.000, di Kopdes Merah Putih Desa Pandeyan produk tersebut dijual sekitar Rp16.000.
Dea menilai keberadaan koperasi dengan harga yang lebih terjangkau dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus menekan pengeluaran.
“Semua ada di sini, lebih murah. Ibu-ibu kalau murah lebih senang,” ujar Lastri, salah seorang warga yang berbelanja di Kopdes Merah Putih Desa Pandeyan.
Lastri membeli sejumlah kebutuhan sehari-hari, antara lain minyak goreng, beras, mi instan, kecap, sampo, dan sabun.
Layani Pupuk Bersubsidi untuk Petani
Tak hanya menyediakan kebutuhan rumah tangga, Kopdes Merah Putih Pandeyan juga menjadi tempat pembelian pupuk bersubsidi bagi petani.
Produk yang tersedia meliputi pupuk Urea, NPK Phonska, dan pupuk organik.
Layanan tersebut diharapkan dapat memudahkan petani mendapatkan pupuk tanpa harus pergi jauh dari wilayah desa.
Kopdes Pandeyan juga mulai memberikan ruang pemasaran bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Saat ini, terdapat lima produk UMKM Desa Pandeyan yang telah dipasarkan di koperasi setelah melalui proses seleksi kualitas.
“Ke depan, kami berharap dapat memperluas kerja sama dengan pelaku UMKM lainnya di Desa Pandeyan,” ungkap Dea.
Omzet Kopdes Pandeyan Rp300 Ribu-Rp500 Ribu per Hari
Dari sisi usaha, Dea menyebut omzet Kopdes Merah Putih Desa Pandeyan saat ini berkisar Rp300.000 hingga Rp500.000 per hari.
Pengelola berharap berbagai kegiatan yang dilakukan koperasi dapat semakin mengenalkan keberadaan Kopdes kepada masyarakat.
Dengan demikian, semakin banyak warga yang memanfaatkan koperasi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Warga lainnya, Pipit, mengaku tertarik berbelanja setelah memperoleh informasi bahwa harga kebutuhan pokok di Kopdes Pandeyan lebih murah.
Menurut dia, terdapat selisih harga sekitar Rp2.000 hingga Rp3.000, tergantung jenis barang yang dibeli.
Bagi Pipit, harga yang lebih terjangkau cukup membantu masyarakat dalam mengatur pengeluaran rumah tangga karena beras, minyak goreng, gula, dan LPG merupakan kebutuhan sehari-hari.
“Saya berharap ke depan produk yang tersedia semakin lengkap, dan jam operasional koperasi diperpanjang,” harapnya.
4.230 Kopdes di Jateng Jadi Prioritas Verifikasi
Pengembangan Kopdes Merah Putih juga terus didorong Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Pemprov Jateng mempercepat proses verifikasi dan validasi gerai koperasi desa/kelurahan merah putih.
Dari 4.230 Kopdes yang menjadi prioritas, progres validasi hingga akhir September 2026 telah mencapai 61,67 persen dan disebut telah melampaui target nasional.
Selain itu, Pemprov Jateng menyiapkan program sertifikasi kompetensi bagi 5.040 bendahara Kopdes. Program tersebut dijadwalkan berlangsung pada Oktober hingga November 2026.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menekankan pengembangan unit bisnis KDKMP harus menyesuaikan potensi masing-masing daerah. Menurut dia, koperasi desa tidak dapat dikembangkan dengan pola yang sama di seluruh wilayah.
“Tidak semua KDKMP (Kopdes) harus dipukul rata sama, disesuaikan kearifan lokal daerahnya,” tandas Luthfi.
Keberadaan Kopdes Merah Putih Desa Pandeyan menunjukkan koperasi desa tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi, tetapi juga dapat menjadi akses masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, menyediakan pupuk bagi petani, sekaligus membuka pasar bagi produk UMKM lokal. (*)
