Bupati Klaten Hamenang Jalani Pemeriksaan KPK, Uang OTT Capai Rp1,9 Miliar, Ini Perkara yang Menjeratnya

SOROTJATENG.ID, JAKARTA – Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Jumat (16/10/2026) pagi.
Hamenang menjalani pemeriksaan lanjutan setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Hamenang tiba sekitar pukul 07.00 WIB dengan pengawalan penyidik KPK. Ia terlihat mengenakan jaket dan topi hitam, kacamata, serta masker putih.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, sejumlah pihak yang diamankan dalam OTT di Klaten telah dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Dari 9 orang yang dibawa ke Jakarta tersebut, di antaranya Bupati Klaten dan juga Kepala Perwakilan BPK Jawa Tengah. Sehingga total ada 10 orang, 9 dari Klaten, satu orang diamankan di Jakarta,” kata Budi kepada awak media di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (16/10/2026).
KPK Amankan Tong Diduga untuk Simpan Uang
Selain membawa sejumlah pihak ke Jakarta, penyidik KPK turut mengamankan barang bukti berupa tong atau ember plastik berwarna biru.
Menurut Budi, wadah tersebut diduga berkaitan dengan penyimpanan uang dalam perkara yang tengah diselidiki.
“Teman-teman juga melihat ada tong atau ember yang kemudian juga diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini,” ujarnya.
Budi menyebut tong atau ember tersebut diduga digunakan untuk menampung atau menyimpan uang yang berkaitan dengan dugaan penerimaan oleh Bupati Klaten.
“Ember atau tong tersebut diduga yang digunakan Bupati untuk menampung atau untuk menyimpan dugaan penerimaan-penerimaan uang,” katanya.
Dalam perkembangan terbaru, KPK mengungkapkan uang tunai yang diamankan dalam OTT tersebut mencapai sekitar Rp1,9 miliar.
OTT KPK Klaten Terkait Pengadaan hingga Audit BPK
Budi menjelaskan, perkara yang menyeret Hamenang berkaitan dengan dugaan penerimaan uang dari sejumlah aktivitas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten.
Dugaan penerimaan tersebut antara lain berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa, perizinan, serta penerimaan lain dari organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Klaten.
Selain itu, penyidik KPK juga mendalami dugaan pemberian uang kepada oknum di lingkungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang berkaitan dengan proses audit.
Sebelumnya, KPK menyebut terdapat 20 orang yang diamankan dalam operasi tersebut di wilayah Klaten dan Jakarta.
Pemeriksaan terhadap para pihak dilakukan untuk mendalami dugaan tindak pidana korupsi sekaligus mengumpulkan keterangan dan alat bukti.
Namun, KPK masih harus mendalami peran masing-masing pihak dalam perkara tersebut. Dugaan keterlibatan setiap orang juga masih harus dibuktikan melalui proses hukum.
Hamenang Minta Maaf kepada Warga Klaten
Sebelum dibawa ke Jakarta, Hamenang sempat menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Kabupaten Klaten.
Pernyataan tersebut disampaikan Hamenang saat berada di Mapolresta Klaten pada Kamis (15/10/2026) malam.
“Pertama-tama saya mohon maaf, telah mengecewakan masyarakat Kabupaten Klaten,” kata Hamenang kepada wartawan.
Ia menyatakan akan mengikuti proses hukum yang sedang berjalan.
“Mohon saya dimaafkan kalau ada salah. Saya mengikuti proses hukum yang berlaku. Mohon maaf telah mengecewakan,” sambungnya saat akan dibawa ke Jakarta.
Pemeriksaan lanjutan terhadap Hamenang dan pihak-pihak lainnya menjadi bagian dari proses KPK untuk mengungkap konstruksi perkara OTT di Kabupaten Klaten. (*)
