Puluhan Ribu Jemaah Bersholawat di Sukoharjo, Doakan Jawa Tengah Aman dan Sejahtera

SOROTJATENG.ID, SUKOHARJO – Lantunan sholawat menggema di Lapangan Desa Gentan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Minggu (4/10/2026) malam.
Puluhan ribu jemaah berkumpul dalam kegiatan sholawat yang digelar Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah, sekaligus memanjatkan doa untuk keamanan, kedamaian, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.
Mengusung tema “Raih Keberkahan, Rajut Kepercayaan”, kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana religius dan penuh kebersamaan.
Sholawat dan doa menjadi bagian dari ungkapan syukur sekaligus sarana mempererat silaturahmi antara keluarga besar Kejati Jawa Tengah, masyarakat, dan berbagai elemen yang hadir.
Kepala Kejati Jawa Tengah sekaligus Ketua DPD Aslinmas Provinsi Jawa Tengah, Teguh Subroto, SH, MH, mengatakan kegiatan sholawat menjadi bagian dari rasa syukur sekaligus ikhtiar batin untuk memohon keberkahan bagi Jawa Tengah.
“Dengan sholawat ini, semoga keluarga Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah diberikan kesehatan oleh Allah SWT. Teman-teman di Jawa Tengah juga sesuai dengan harapan kita dan masyarakat di Jawa Tengah,” ujar Teguh.
Doa yang dipanjatkan dalam kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan bagi keluarga besar Kejati Jawa Tengah.
Teguh juga berharap masyarakat Jawa Tengah senantiasa berada dalam suasana aman, damai, dan tenteram.
Ia turut mendoakan agar Indonesia menjadi negara yang aman, damai, dan makmur, sementara masyarakat Jawa Tengah semakin sejahtera.
Ungkapan Syukur Setelah Apel Akbar Satlinmas
Kegiatan sholawat di Sukoharjo tersebut juga menjadi ungkapan syukur setelah pelaksanaan Apel Akbar Satlinmas se-Jawa Tengah di Stadion Pandanaran, Wujil, Kabupaten Semarang, Rabu (30/9/2026).
Apel akbar tersebut menjadi momentum untuk memperkuat keberadaan dan peran Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) di tengah masyarakat.
Semangat kebersamaan yang terbangun dalam apel kemudian dilanjutkan melalui kegiatan keagamaan dan silaturahmi di Desa Gentan.
Bagi Aslinmas Jawa Tengah, keberadaan organisasi tidak hanya berkaitan dengan konsolidasi.
Organisasi juga diarahkan menjadi wadah berhimpun, pemberdayaan, sekaligus penguatan peran anggota agar dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Berbagai peluang usaha produktif juga didorong untuk meningkatkan kemandirian ekonomi anggota sekaligus masyarakat.
“Keberadaan organisasi harus memberikan manfaat nyata, tidak hanya dalam hal konsolidasi, tetapi juga melalui program-program yang menyentuh kebutuhan dan kesejahteraan anggota,” kata Teguh.
Sholawat Jadi Ruang Silaturahmi Masyarakat
Suasana religius semakin terasa ketika Habib Ali Zainal Abidin Assegaf turut hadir dan memimpin lantunan sholawat bersama jemaah.
Masyarakat yang hadir tidak hanya mengikuti rangkaian sholawat dan doa, tetapi juga memanfaatkan momentum tersebut untuk bertemu, bersilaturahmi, dan berbagi harapan.
Pesan “Raih Keberkahan, Rajut Kepercayaan” pun menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut.
Keberkahan diharapkan hadir melalui doa dan kebersamaan, sementara kepercayaan dibangun melalui kerja nyata, kepedulian, serta kehadiran organisasi di tengah masyarakat.
Dari Lapangan Desa Gentan, Sukoharjo, rangkaian sholawat tersebut bermuara pada harapan bersama agar Jawa Tengah tetap aman dan damai, masyarakat semakin sejahtera, serta setiap ikhtiar yang dilakukan membawa manfaat bagi banyak orang. (*)
