Hanya 30 Menit, Pengusaha Muda HIPMI PT Jateng Digembleng Jadi Lebih Garang dan Kompak

SOROTJATENG.ID, SEMARANG — Pengusaha muda yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (HIPMI PT) Jawa Tengah ditempa habis-habisan dalam retret kewirausahaan sehari di Batalion Arhanud 15, Semarang.
Bukan sekadar duduk di dalam ruangan, sebanyak 80 pengurus muda dari wilayah Pekalongan Raya, Semarang Raya, Muria Raya, dan Solo Raya ini digembleng fisik, kedisiplinan, hingga manajemen keuangan.
Hasilnya langsung terlihat kasat mata. Hanya dalam hitungan 15 menit, para peserta yang awalnya tampak canggung dan jalan masing-masing, seketika berubah menjadi kompak berkat rangkaian permainan kedisiplinan. Suara mereka yang sebelumnya pelan pun perlahan lantang penuh percaya diri.
Ketua Umum HIPMI PT Jateng, Haidar Nejad, mengungkapkan bahwa kegiatan ini digelar untuk menjawab amanah Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI sekaligus mencetak kader wirausahawan yang andal dan tahan banting.
“Melalui pelatihan kepemimpinan dan kedisiplinan yang langsung dibimbing oleh anggota TNI, kami berharap lahir pemimpin muda yang kuat. Jiwa nasionalisme, kepemimpinan, dan disiplin sangat esensial dalam menopang strategi bisnis,” ujar Haidar, rilisnya, Rabu (30/9/2026).
Solusi Permodalan dari Perbankan
Selain menguji mental dan fisik, retret ini juga membekali peserta dengan insting bisnis yang tajam melalui seminar bisnis, lokakarya (workshop), serta pelatihan mental kebangsaan.
Urusan dapur bisnis dan permodalan—yang kerap menjadi momok pengusaha pemula—turut dikupas tuntas oleh praktisi perbankan.
“Bidang manajemen kewirausahaan dan keuangan diberikan langsung oleh Regional Heart BNI Regional Office 5. Harapannya, pengurus HIPMI PT yang notabene pelaku usaha muda bisa lebih memahami mitigasi risiko dan solusi jitu saat menghadapi kesulitan permodalan,” pungkas Haidar.
Hasil nyata yag langsung terlihat dari pelatihan yakni, munculnya rasa percaya diri dan kekompakan yang langsung dari peserta. Pengurus yang awalnya seakan enggan dan tidak satu gerakan, hanya hitungan 15 menit langsung terlihat kompak saat diajak berbagai permainan yang membutuhkan kekompakan.
Selain itu, peserta yang sebelumnya juga bersuara lembut seakan lebih percaya diri untuk bersuaara dalam setiap permainan yang digelar di ujung pelatihan.
