UNDIP Tembus 20 Besar Dunia di UI GreenMetric 2026, Peringkat 3 Asia dan Nomor 2 Nasional

UNDIP meraih peringkat ke-20 dunia, ke-3 Asia, dan ke-2 nasional dalam UI GreenMetric 2026. Prestasi ini didukung berbagai program kampus berkelanjutan seperti Zero Waste, energi terbarukan, dan pengelolaan air berbasis IoT. (Dok/Foto hasil olahan AI)

SOROTJATENG.ID, SEMARANG – Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali mencatat prestasi di tingkat internasional dalam bidang keberlanjutan.

Pada UI GreenMetric World University Rankings 2026, UNDIP berhasil menempati peringkat ke-20 dunia, peringkat ke-3 Asia, dan mempertahankan posisi ke-2 nasional.

Capaian tersebut semakin memperkuat konsistensi UNDIP dalam membangun kampus berkelanjutan.

Bahkan, posisi peringkat ke-2 nasional berhasil dipertahankan selama tujuh tahun berturut-turut sejak 2020 hingga 2026.

Di tingkat global, posisi UNDIP juga terus mengalami peningkatan. Pada 2024, UNDIP berada di peringkat ke-26 dunia dan ke-4 Asia.

Setahun kemudian, posisi tersebut meningkat menjadi peringkat ke-23 dunia dan ke-4 Asia. Pada 2026, UNDIP kembali naik ke peringkat ke-20 dunia sekaligus menembus peringkat ke-3 Asia.

UNDIP Raih Skor 9.337,5 di UI GreenMetric 2026

Berdasarkan hasil resmi UI GreenMetric 2026, UNDIP memperoleh total skor 9.337,5.

Penilaian tersebut mencakup sejumlah aspek keberlanjutan yang diterapkan dalam lingkungan perguruan tinggi. Rinciannya yakni:

  • Energy and Climate Change: 1.900
  • Transportation: 1.650
  • Waste: 1.550
  • Education and Research: 1.287,5
  • Governance and Digitalization: 1.025
  • Water: 1.000
  • Setting and Infrastructure: 925

Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh civitas academica dan keluarga besar UNDIP dalam menjadikan prinsip keberlanjutan sebagai bagian dari tata kelola universitas, pendidikan, penelitian, hingga kehidupan kampus.

“Alhamdulillah, capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh civitas academica dan keluarga besar UNDIP. Bagi kami, keberlanjutan bukan semata-mata soal peringkat, melainkan tentang bagaimana ilmu pengetahuan, inovasi, dan tata kelola universitas benar-benar memberikan dampak bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Prof. Suharnomo, dalam keterangannya, Sabtu (26/9/2026).

Menurutnya, peningkatan posisi UNDIP ke peringkat 20 dunia dan 3 Asia menunjukkan transformasi keberlanjutan yang dijalankan universitas terus berkembang.

Prof. Suharnomo menambahkan, target peningkatan peringkat tetap penting. Namun, dampak nyata setiap program keberlanjutan bagi masyarakat dan lingkungan menjadi perhatian utama UNDIP.

Governance dan Digitalisasi Jadi Tantangan Baru

UI GreenMetric 2026 menghadirkan perubahan metodologi dengan memasukkan Governance and Digitalization (GD) sebagai indikator ketujuh dengan bobot 11 persen.

Indikator ini menilai berbagai aspek, mulai dari anggaran keberlanjutan, laporan keberlanjutan dan keuangan, kelembagaan yang menangani sustainability, penggunaan teknologi informasi untuk perencanaan dan pemantauan, pemanfaatan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT), hingga sistem integritas, pengaduan, dan literasi digital.

Direktur DRKKG UNDIP, Prof. Hadiyanto, mengatakan perubahan tersebut menghadirkan tantangan baru sekaligus mendorong perguruan tinggi melihat keberlanjutan secara lebih menyeluruh.

“Alhamdulillah, atas izin Allah, Universitas Diponegoro berhasil meraih peringkat 20 dunia dan 3 di Asia dalam UI GreenMetric 2026. Capaian ini menjadi bukti nyata atas kinerja dan komitmen UNDIP dalam mewujudkan kampus hijau dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ke depan, UNDIP akan terus memperkuat inovasi di berbagai indikator keberlanjutan. Sejumlah program yang dikembangkan antara lain UNDIP Zero Waste, pengolahan air buangan, dan pengembangan transportasi hijau.

“Kami berharap berbagai inovasi tersebut terus berkembang dan memberikan dampak nyata, sehingga UNDIP dapat terus meningkatkan kinerja keberlanjutan dan melangkah menuju 10 besar dunia,” kata Prof. Hadiyanto.

UNDIP Zero Waste hingga Pengelolaan Air Berbasis IoT

Capaian UNDIP dalam UI GreenMetric 2026 tidak terlepas dari berbagai program keberlanjutan yang diterapkan di tingkat universitas, fakultas, maupun sekolah.

Salah satunya adalah UNDIP Zero Waste yang pelaksanaannya berlandaskan Peraturan Rektor Nomor 5 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Sampah.

Program tersebut menerapkan prinsip 5R serta mengembangkan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) sebagai pusat inovasi dan pembelajaran berbasis sains.

Sampah organik di TPST UNDIP diolah menjadi kompos. Sisa makanan juga dimanfaatkan melalui budidaya maggot, sementara teknologi pirolisis dikembangkan untuk mengolah berbagai jenis limbah menjadi produk bernilai.

UNDIP juga mendorong keterlibatan civitas academica dalam memilah dan mengurangi sampah sejak dari sumbernya.

Selain pengelolaan sampah, inovasi keberlanjutan juga dikembangkan melalui SV Zero Discharge di Sekolah Vokasi UNDIP.

Program tersebut mengintegrasikan pengelolaan air, energi, dan limbah dengan prinsip ekonomi sirkular.

Air hujan dimanfaatkan kembali, sedangkan air limbah domestik diolah untuk kebutuhan nonkonsumsi, seperti penyiraman tanaman dan flushing toilet.

Sistem pemantauan berbasis IoT juga digunakan untuk memantau sejumlah indikator keberlanjutan secara real time.

Di sektor energi, UNDIP turut mengembangkan pemanfaatan energi terbarukan, termasuk penggunaan panel surya, serta menerapkan berbagai infrastruktur dan sistem untuk meningkatkan efisiensi energi.

UI GreenMetric World University Rankings 2026 merupakan penyelenggaraan ke-17 dan melibatkan 2.016 institusi dari 110 negara.

Tahun ini, UI GreenMetric mengusung tema “Advancing Sustainable Campuses through Governance, Digitalization, and Integrated Performance.”

Dengan menempati peringkat ke-20 dunia dan ke-3 Asia, UNDIP terus memperkuat pengembangan ekosistem pendidikan tinggi yang mengintegrasikan pendidikan, riset, teknologi, tata kelola, dan inovasi lingkungan. (*)