40 Desa di Pati Dilanda Kekeringan, Ribuan Warga Kini Krisis Air Bersih

SOROTJATENG.ID, PATI – Krisis air bersih masih membayangi ribuan warga di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Hingga September 2026, kekeringan telah berdampak pada 40 desa yang tersebar di 10 kecamatan dengan jumlah warga terdampak mencapai 17.172 jiwa.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah terdampak semakin mendesak.
Pemerintah Kabupaten Pati pun meningkatkan status penanganan kekeringan dari siaga menjadi tanggap darurat.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, sedikitnya 5.054 kepala keluarga terdampak krisis air bersih.
Kekeringan juga menyebabkan sekitar 1.700 hektare lahan ikut terdampak.
Di tengah kondisi tersebut, bantuan air bersih terus didistribusikan ke wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan sumber air.
Terbaru, PT BPR Bank Daerah Pati menyalurkan bantuan sebanyak 100 tangki air bersih melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
Bantuan tersebut dilepas secara simbolis oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra dari halaman Setda Kabupaten Pati, Rabu (23/9/2026) kemarin.
Chandra mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya warga yang berada di desa-desa terdampak kekeringan.
“Terima kasih atas partisipasi PT BPR Bank Daerah Pati, dalam membantu masyarakat yang terdampak kekeringan,” ujar Chandra, dikutip dari jatengprov.go.id, Kamis (24/9/2026).
40 Desa di 10 Kecamatan Terdampak Kekeringan
Kekeringan yang melanda Kabupaten Pati tidak hanya berdampak pada kebutuhan air untuk konsumsi dan aktivitas rumah tangga.
Kondisi tersebut juga mulai memengaruhi sektor pertanian dengan luas lahan terdampak mencapai sekitar 1.700 hektare.
Sejumlah wilayah yang masuk dalam pemetaan daerah terdampak antara lain Jakenan, Gabus, Winong, Tambakromo, Jaken, Pucakwangi, Kayen, Dukuhseti, Pati, dan Sukolilo.
Dari hasil pemetaan BPBD Pati, Kecamatan Jakenan menjadi salah satu wilayah dengan kondisi krisis air bersih paling parah.
Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Jaken dan Winong.
Situasi tersebut membuat distribusi air bersih menjadi salah satu kebutuhan mendesak bagi masyarakat di wilayah terdampak.
Bantuan Air Bersih Capai 258 Tangki
Sebelum tambahan bantuan dari PT BPR Bank Daerah Pati, distribusi air bersih yang telah dilakukan hingga pertengahan September 2026 mencapai 158 tangki atau sekitar 740.000 liter.
Dengan tambahan 100 tangki dari Bank Daerah Pati, total bantuan yang disalurkan melalui rangkaian distribusi tersebut menjadi sekitar 258 tangki, dengan cakupan wilayah yang diharapkan semakin luas.
Direktur PT BPR Bank Daerah Pati Arif Budiarto mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih.
“Hari ini alhamdulillah, PT BPR Bank Daerah Pati dapat ikut membantu meringankan beban dari saudara-saudara kita yang kekurangan air. Meskipun hanya 100 tangki, tapi itu bentuk kepedulian kami terhadap kondisi masyarakat Pati, yang sedang mengalami kekeringan atau kekurangan air,” ungkap Arif.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air warga selama kondisi kekeringan masih berlangsung.
Distribusi air bersih juga menjadi bagian penting dalam penanganan darurat, mengingat ribuan keluarga masih bergantung pada pasokan air dari luar wilayah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Dengan status penanganan yang telah ditingkatkan menjadi tanggap darurat, penyaluran air bersih ke desa-desa terdampak menjadi salah satu langkah yang terus dilakukan untuk mengurangi dampak krisis air yang dialami masyarakat Kabupaten Pati. (*)
