Persiapan Atlet Barongsai Kota Semarang Makin Intensif Jelang Porprov Jateng 2026

SOROTJATENG.ID, SEMARANG – Atlet Barongsai Kota Semarang terus mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026.
Latihan intensif hampir setiap hari dilakukan untuk meningkatkan kemampuan teknis sekaligus membangun kekompakan antaratlet.
Debut di ajang Porprov membuat persiapan dilakukan secara serius. Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Kota Semarang menyiapkan sekitar 27 hingga 30 personel untuk tampil di 10 nomor pertandingan.
Pelatih Barongsai Kota Semarang, Robert, mengatakan latihan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan atlet sebelum menghadapi persaingan di Porprov Jateng 2026.
“Senin sampai Jumat kita tidak pernah off, selalu latihan. Bulan depan kita akan menambah sesi latihan di hari Minggu,” ujar Robert di sela latihan, Rabu (23/9/2026) malam.
Menurut Robert, latihan tidak hanya difokuskan pada kemampuan fisik. Atlet juga harus membangun koordinasi dan chemistry, terutama dalam nomor yang dimainkan oleh dua orang dalam satu kostum Barongsai.
Kekompakan menjadi faktor penting karena setiap gerakan harus dilakukan secara bersamaan dan presisi. Kesalahan koordinasi dapat memengaruhi penampilan secara keseluruhan.
“Kalau di sisi Barongsai itu memang olahraga harus dua orang. Mereka harus punya chemistry. Kalau pergantian di akhir-akhir tidak bisa, karena ini sudah latihan berbulan-bulan,” jelasnya.
Latihan Berbulan-bulan untuk Bangun Kekompakan
Robert menjelaskan, pasangan atlet yang sudah terbentuk harus menjalani latihan secara konsisten. Proses tersebut diperlukan agar setiap gerakan dapat dilakukan secara otomatis dan memiliki ritme yang sama.
Karena itu, pergantian pasangan dalam waktu singkat menjelang pertandingan bukan perkara sederhana. Atlet membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk membangun chemistry di antara mereka.
Selain menjaga kekompakan, tim pelatih juga terus mengevaluasi kemampuan teknis atlet pada setiap nomor yang dipertandingkan.
Salah satu nomor yang menjadi perhatian adalah naga kecepatan. Pada nomor tersebut, kemampuan tim Barongsai Kota Semarang disebut sudah mendekati catatan terbaik di tingkat nasional.
“Di kategori naga kecepatan, patokan di PON itu juara satunya 43 detik. Kita sudah bisa 45 detik, selisih dua detik,” kata Robert.
Catatan tersebut menjadi modal bagi atlet untuk terus meningkatkan kecepatan sebelum tampil di Porprov.
Atlet Dituntut Konsisten hingga Pertandingan
Ketua FOBI Kota Semarang, Wahyoe Winarto, mengatakan intensitas latihan terus ditingkatkan sesuai kebutuhan masing-masing nomor.
Sebanyak 27 hingga 30 personel dipersiapkan untuk memperkuat kontingen Barongsai Kota Semarang. Sejumlah daerah seperti Solo, Kudus, Tegal, dan Rembang menjadi pesaing yang diperhitungkan.
Meski demikian, persiapan matang membuat FOBI Kota Semarang optimistis dengan kemampuan para atlet.
Dalam salah satu kompetisi sebelumnya, Barongsai Kota Semarang mampu meraih tiga medali emas dan satu perak. Hasil tersebut menjadi tambahan motivasi bagi atlet sebelum menjalani debut di Porprov.
FOBI Kota Semarang menargetkan sedikitnya lima medali emas dari 10 nomor yang dipertandingkan.
“Target kita perolehan emas sebanyak-banyaknya. Kalau realistis, dari 10 nomor yang dilombakan, paling tidak lima ke atas,” ujar Wahyoe.
KONI Semarang Pantau Persiapan Atlet
Persiapan atlet Barongsai juga mendapat perhatian dari KONI Kota Semarang. Ketua KONI Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara, berharap kerja keras para atlet selama masa persiapan dapat berbuah hasil maksimal.
Arnaz menilai Barongsai memiliki modal prestasi dan organisasi yang baik untuk menjalani debut di Porprov.
“Saya harapannya bisa sapu bersih. Saya melihat organisasi yang dikelola Mas Liluk (sapaan Wahyoe Winarto–red) dan teman-teman ini salah satu organisasi yang patut ditiru organisasi lain, dikelola secara profesional,” ujar Arnaz.
Dengan latihan yang berlangsung hampir setiap hari, pembangunan chemistry antaratlet, serta peningkatan kemampuan teknis, para atlet Barongsai Kota Semarang kini memasuki fase penting menuju Porprov Jateng 2026.
Debut di ajang olahraga terbesar tingkat Jawa Tengah itu akan menjadi panggung bagi para atlet untuk membuktikan hasil latihan panjang mereka. (*)
